Menghadiri International Education Workshop di Malaysia dan Singapore

Menghadiri International Education Workshop di Malaysia dan Singapore

Oleh: Alvi Rizka Aldyza  (Siswa Kelas X SMA Fajar Hidayah Aceh)

Banda Aceh – Kuala Lumpur – Singapore

Senin, 14 Desember 2009

Hari ini, saya bersama 15 orang guru terbaik Aceh Angkatan Fahmul Quran-1 dan Fahmul Quran-2 mengikuti International Education Conference & Workshop di International Islamic School (IIS), Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (IIUM). Yayasan Fajar Hidayah atas kepercayaan dari Pemerintah Aceh mengadakan pelatihan Fahmul Quran kepada guru-guru Aceh.  Para guru tersebut kemudian dievaluasi dan dipilih 15 orang terbaik untuk dipersiapkan menjadi pelatih guru tingkat nasional. Para guru inilah yang dikirimkan oleh Pak Mirdas Eka Yora dan Ibu Draga Rangkuti, Presiden Direktur Fajar Hidayah, ke Kuala Lumpur dan Singapore selama 5 hari.

Saya sendiri sangat terkejut dan gembira ketika dipanggil Ibu Draga supaya ikut ke dalam kelompok guru terbaik ini. Mimpi pun tak pernah. Namun saya ditugaskan untuk membuat laporan apa yang saya lihat dan alami sepanjang perjalanan. Dengan didampingi Ibu Hayati Siregar sebagai penanggung jawab, Kak Dian Sitnaini sebagai guide ke Kuala Lumpur dan saya sebagai wartawan cilik yang mengumpulkan informasi tentang kegiatan tersebut, kami berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda pukul 15.35 dengan AirAsia.

Guru-guru terbaik Aceh akan mengikuti Workshop di IIS Malaysia

Ke-15 guru terbaik tersebut adalah Ibu Farida, Ibu Herawaty, Ibu Magdalena, Ibu Suryani, Ibu Cut Indrawati, Ibu Rostinawati, Ibu Laufith, Ibu Masniar, Ibu Ernita, Ibu Asmara,Ibu Islamiah,  Ibu Diana Safitri, Pak Dirham Qulyubi, Pak Nazhiffuddin dan Pak Hamimi.

Kedai Kopi

Tibalah kami di LCCT Airport Selangor pada pkl 19.02 (waktu setempat). Kami memang terlambat tiba di LLCT karena terjadinya penundaan pesawat dari Banda Aceh selama 90 menit. Di sana, kami melewati banyak tempat, seperti Duty Free Shop, RHB Bank, Old Town White Coffee, McD dan lain-lain. Setelah itu, kami naik Bus dan Taxi ke apartemen Ken 2 Damansara yang bertempat tinggal di lantai 11. Di sana ada Kak Yani (adik Pak Mirdas) dan Kak Rahmatika Maulina. Kak Yani sebagai pengurus dan Kak Tika yang nantinya menjadi guide ke Singapore. Alhamdulillah pelayanan yang diberikan sangat memuaskan walaupun hanya ada 3 kamar  tidur dan 2 kamar  mandi. Hal ini membuat kami betah dan tidak menjadi masalah.

Sekitar 5 menit beristirahat, kami berkumpul di ruang tengah untuk sama-sama mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, karena Allah telah menyelamatkan dan melindungi kami selama dalam perjalanan.

Penyaringan kopi dengan gaya tersendiri.

Lalu, pkl 21.57, kami makan malam di Rumah Makan Bestari sambil memotret dan melihat-lihat pemandangan malam yang padat di sekitar apartemen. Saya sempat memotret seorang pembuat kopi. Karena takjub saat dia menyaring bubuk kopi, maka saya pun menyuruhnya untuk mengulangi sekali lagi agar saya bisa mengambil gambarnya. Ia pun tersenyum dan mengulangi lagi… Entah mengapa, saking senangnya saya bertepuk tangan sendiri.

Makan malam bersama di Rumah Makan Bestari Damansara

Saya pun melanjutkan menikmati makanan. Seorang pelayan menyapa kami “apakah kalian berasal dari Bangladesh?” mendengar hal itu, spontan kami semua terbahak-bahak sampai ada yang “keselek!!”. Saat itu saya sedang minum, untung saja airnya tidak menyembur Kak Tika yang duduk di depan saya. Setelah puas tertawa, kami menjelaskan bahwa kami datang dari Aceh, Indonesia. Ia pun ikut tertawa menyadari kesalahannya. Ia minta maaf lalu pergi dengan rasa malu.

Setelah makan, kami kembali ke apartemen. Yang pasti, shalat tidak pernah tinggal. Kemudian, kami pun beristirahat karena besok masih ada kegiatan-kegiatan penting yang harus dilaksanakan.

Selasa, 15 Desember 2009

Pukul 05.00 (waktu setempat), setelah bangun tidur kami mandi dan shalat Shubuh. Lalu, pkl 07.20 kami sarapan pagi di Restoran Ibrahim Maju yang ada di sebelah kiri apartement. Pukul 02.44, kami berangkat ke IIS (Internasional Islamic School) yang terletak di Selangor, Malaysia.

Sampailah kami di IIS pukul 08.21. Saya berkeliling dan memotret sekolah ini dengan perasaan takjub. IIS adalah sekolah yang bersih, sehat, luas, hijau, indah dan dilihat dari namanya sudah pasti bernuansa Islami. Guru-gurunya pun berkualitas dan memiliki wawasan yang kuat terutama tentang  Islam. IIS adalah salah satu sekolah yang terbaik di Malaysia. Kampusnya bersih dirawat oleh para tenaga kerja Muslim yang datang dari berbagai belahan dunia. Sangat berbeda dengan sekolah-sekolah yang ada di Aceh yang terlihat “sangat alami”, tanpa sentuhan tangan manusia. Metode pengajaran yang diterapkan di IIS hampir sama dengan yang diterapkan di Fajar Hidayah Integrated Boarding School. Beginilah sekolah impian saya.

Di sini, para guru Aceh dan guru dari IIS itu sendiri berkumpul untuk mengikuti training yang diadakan oleh Mrs. Puspa Sivan (she is my inspirating teacher). Setelah 5 menit berta’aruf, selama 1 menit mereka harus mengetahui dan mencatat nama dan hobby guru-guru lain sebanyak-banyaknya. Ada yang mempraktekkan hobbynya, bercanda, berjongkok, berlari, dan masih banyak lagi hal lucu yang dilakukan mereka.

Masing-masing guru menghitung berapa banyak teman yang sudah dicatat nama dan hobbynya. Siapa yang banyak dialah yang menang. Lalu, para guru diperintahkan untuk membentuk lingkaran dan berputar untuk  menyanyikan lagu “Jalan-Jalan” sambil berkompetisi mencari “teman senasib”. Jadi, jika Mrs. Puspa mengatakan “bentuk 1 kelompok 7 orang!!” maka mereka harus cepat mencari teman sebanyak 6 orang. Jika Mrs. Puspa mengatakan “cari teman yang memakai rok!!” maka mereka harus berkumpul dengan guru yang memakai rok, begitu seterusnya.

Sekitar 15 menit mereka bermain, para guru diperintahkan duduk kembali dan mendengar arahan dan bimbingan dari Mrs. Puspa tentang  pendidikan.

Banyak hal penting yang disampaikan Mrs. Puspa mengenai pentingnya guru yang berkualitas demi memajukan pendidikan. Diantaranya, murid tidak akan aktif kalau gurunya tidak mengizinkan anaknya aktif bahkan gurunya sendiri tidak aktif. Di sekolah umum, kebanyakan murid diperintahkan untuk duduk mendengarkan pelajaran yang diajarkan, membuat catatan lalu membuat tugas. Itu sistem pendidikan yang salah. Bagaimana anak bisa menyerap ilmu sampai permanen bila setiap hari hanya seperti itu kegiatan sehari-hari di sekolah. Izinkanlah anak untuk bergerak aktif, tidak hanya duduk saja. Namun, keaktivannnya harus tetap dikontrol oleh guru, jangan berlebihan.

Guru Aceh Workshop di International Islamic School Malaysia

Usia 0-18 tahun adalah usia perkembangan/develompent yang aktif secara keseluruhan, yaitu perkembangan fisik, perkembangan sosial, perkembangan spiritual, perkembangan mental/kognitif, perkembangan intelektual dan perkembangan emosional.

Untuk perkembangan fisik, anak harus mengikuti berbagai macam aktivitas seiring dengan pertumbuhannya. Untuk perkembangan sosial, anak harus diajarkan untuk bekerja sama dan bersosialisasi dalam hal yang positif sebab manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Untuk perkembangan spiritual, anak dibimbing tentang agama yang dianut. Untuk perkembangan mental, anak diarahkan untuk berani dan siap dalam hal-hal yang bermanfaat agar ia bisa aktif dan berprestasi. Untuk perkembangan intelektual, anak diberikan ilu pengetahuan dan wawasan kemudian diuji dengan beberapa latihan dan ujian. Untuk perkembangan emosional, anak dilatih kesabaran, menahan amarah, menerima kritikan orang lain dengan ikhlas dan masih banyak lagi.

Bermain sambil belajar adalah metode yang mudah, bermanfaat, menyenangkan, sekaligus mempererat hubungan guru dan murid. Untuk itu, setiap pelajaran yang diajarkan disisipi minimal 1 saja games atau semacamnya yang membuat anak lebih mudah mengingat materi yang diajarkan. Misalnya, tingkat Sekolah Dasar. Agar anak mengetahui perbedaan antara persegi dan persegi panjang, maka anak diperintahkan untuk berdiri membentuk persegi dan persegi panjang. Selain mengetahui bentuk persegi dan persegi panjang, anak juga diajarkan untuk bekerja sama. Mudah bukan?? Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk mudah mengingat sekaligus refreshing agar tidak bosan di kelas.

Para guru pun diperintahkan untuk melakukan hal yang sama. Awalnya, guru-guru mengumpulkan 1 barang bekas. Guru yang barang bekasnya sama membentuk 1 kelompok lalu membuat sajak, puisi atau lagu yang berhubungan dengan barang bekas yang mereka punya.

Kegiatan selanjutnya, para guru dibagi  4 kelompok. Mereka memperlihatkan bentuk yang berbeda dan kelompok lain menebak bentuk apakah itu. Ada bentuk segitiga, lingkaran, sofa, tempat tidur, meja makan, dan lain-lain.

Kegiatan selanjutnya, para guru melakukan drama yang diawali dengan slide show. Bila kelompok lain salah menebak, barulah mereka melakukan drama seperti biasa.

Dari semua kegiatan yang dilaksanakan, semua diiringi dengan canda tawa, bahkan ada yang sampai ketagihan,  tertawa terbahak-bahak dan terpingkal-pingkal. Lalu, para guru disuruh mengambil kesimpulan dari kegiatan tersebut. Diantaranya, guru dan anak menjadi aktif dan kreatif, belajar dengan gembira, belajar dengan metode yang berbeda, mempererat hubungan sesama, membawa suasana baru di kelas, membuat anak selalu ingin ke sekolah untuk belajar, betah di sekolah, dan lain-lain.

Alvi bersama Ibu Puspa dari Singapore

Akhirnya, pkl 13.40 training berakhir. Setelah itu, kami berfoto bersama dan bersalam-salaman perpisahan dengan guru-guru IIS. Alhamdulillah, saya sempat foto berdua dengan Mrs. Puspa. Lalu, kami makan siang bersama dan bercakap-dengan Bahasa Melayu. Haha…. Lucu!! Setelah itu, pukul 15.53, saya bersama para guru, Kak Dian dan Kak Yani pergi ke Twin Tower alias Menara Kembar Malaysia. Waaah.. benar-benar kembar siam!!! Tinggi banget!! Kami berfoto-foto di sana. Banyak yang  takjub dengan ketinggiannya. Kami juga belanja dan melihat-lihat KLCC. Banyak pernak-pernik,  asesoris, pakaian, makanan, minuman dan masih banyak lagi yang dijual di sana.

Di depan Twin Tower (Menara Berkembar) Kuala Lumpur

Puas dengan pemandangan yang ada di sekitar Twin Tower, kami makan malam di restoran setempat. Lalu, pulang dengan badan yang bau dan gatal penuh debu jalanan. Setelah mandi dan shalat, kami packing untuk bersiap-siap ke Singapore. Karena kami naik Bus yang memakan waktu lama, maka kami berangkat pukul 01.45. Di Singapore, yang menjadi guide adalah Kak Tika, sebab sebelumnya ia sudah lama tinggal di Singapore. Lalu, kami bersalaman dengan Kak Dian dan Kak Yani. Kami akan bertemu lagi ketika dari Singapore kembali ke Malaysia.

Setelah menunggu bus selama 15 menit, akhirnya bus datang dan kami berangkat ke Singapore. Dingin sekali!! Dingin karena AC siih… untung masing-masing mambawa jaket. Kami pun tidur dengan pulas..

Rabu, 16 Desember 2009

Pukul 08.29, kami tiba di Singapore. Kami bertemu dengan Pak Nusa Rangkuti (adik Bu Draga). Saat itu, badan terasa pegal-pegal, rasanya kaki tak sanggup berjalan. Saya yang masih muda saja lemas, apalagi guru-guru?? Jadi, kami duduk sebentar untuk melepas lelah. Setelah itu, dengan Taxi kami berangkat ke apartemen yang terletak di Sherwood Tower, Bukit Timah Plaza yang bertempat tinggal di lantai 29 dari 30 lantai. Tinggi lho!!

Sejenak bersama di depan Sherwood Tower Singapore

Akhirnya, tibalah kami di apartemen yang mempunyai 2 lantai. Bagi guru laki-laki, kamar tidur di bawah dan bagi guru perempuan, termasuk saya, kamar tidur di atas. Setelah memilih kamar dan mandi, sekitar pkl 0 kami sarapan pagi di warung makan sekitar.

Sebagian besar memesan Nasi Briyani Ayam dan Milo dingin. Waah… ternyata masih enak nasi putih dari daerah kita. Tak ada yang menghabiskan nasi briyani. Mubazir dech!! Mau bagaimana lagi? Memang tidak sreeg di lidah. Kemudian, kami pulang lagi ke apartement untuk beristirahat sejenak.

Alvi di depan Science Center Singapore

Pukul 12.10, setelah mendapat arahan dan bimbingan dari Pak Nusa tentang bagaimna beradaptasi di Singapore, kami berangkat ke SSC (Singapore Science Centre). Jaraknya cukup jauh, hingga memakan waktu lebih dari 1 jam. Sampai di sana, benda pertama yang saya lihat adalah patung dinosaurus yang bergerak naik-turun dan terkadang mengaum dengan keras. Untung saja, jantung saya gak copot!! Setelah berfoto dengan dinosaurus, kami masuk ke Curiosity. Di dalamnya dijual beraneka mainan unik dari bahan yang berbeda.

Salah satu sudut Optical Illusion

Banyak stan yang ada di sana.Seperti Optical Illusion, Mathematics Everywhere and Every Day, Sounds, World of Science, Science on the Edge, Marine Alcove, Discovery Zone, Eco Garden, Electricity, Robots dan masih banyal lagi. Tapi yang paling menarik bagi saya adalah Optical Illusion. Ilusi mata yang selalu mengibuli kita supaya keliatan kaya’ anak bego’. Contohnya, ada sebuah meja berlobang tengah yang dari 1 kaki ke kaki meja ang lain di tutup dengan cermin.  Seseorang yang memasukkan kepalanya ke dalam lobang meja tersebut dari bawah, maka tampak seolah-olah orang tersebut tidak punya tubuh. Saya tertawa melihatnya. Padahal dari balik tembok ada tempat dimana kita bisa memasukkan kepala saja. Ketika difoto, bagi yang tidak tahu mengapa dan darimana, pasti keliatan bego’. Hehehe..😀

Contoh lain, sebuah gambar/lukisan yang apabila diputar ke kanan, kiri, atas dan bawah, makna dari gambar tersebut berbeda. Gambar 9 buah wajah yang apabila diputar kiri/kanan, maka tampak wajah tersebut seperti orang yang sedang marah. Apabila diputar atas, tampak wajah yang sedang sedih L. Diputar ke bawah, tampak wajah yang sedang happy!! J aneh tapi nyata!! Masih banyak  gambar lucu dan unik lainnya.

Lalu, saya masuk ke Sounds. Saya melihat ada 2 patung kodok di atas meja, salah satu kodok tersebut mempunyai mikrofon. Diantara kedua patung kodok tersebut ada sebuah komputer. Saya mendekati miknya dan berkata “halo”… di komputer tersebut muncul gelombang panjang dan berbunyi seperti suara kodok. So confused!! Saya mencoba lagi dan berteriak “Haaaiiii!!” sama seperti tadi, tapi suara kodoknya lebih keras dan kasar. Saya tertawa. Ternyata begini suara saya bila dikutuk menjadi kodok.. hihihi… J

Di tengah-tengah SSC, ada sebuah boneka berukuran manusia, bercelana ungu dan berbaju hijau memanjat tiang naik-turun bersamaan dengan kepalanya yang juga mengangguk-angguk. Awalnya saya kira orang, ternyata bukan.. dan ternyata itu adalah boneka Albert Einstein.

Robot sedang main gitar

Kemudian, saya masuk ke stan Robots. Saya juga menyukai stan ini karena keunikan bentuk robotnya. Ada patung Astro Boy yang mulutnya bulat dan berlobang. Lalu, saya mengambil wajah Ibu Magdalena dibalik lubang mulut patung itu.. Aneh!! Saya pun ikut-ikutan menampakkan wajah dibalik mulut Astro Boy itu.

Yang paling menarik di sini adalah ada sebuah kotak cermin yang di dalamnya terdapat robot berwarna kuning, berkacamata hitam, tersenyum menampakkan gigi-giginya yang putih dan rapat, berjanggut dan setengah badan. Ia memegang gitar dan saya terkejut tiba-tiba kepalanya bergerak naik turun, tangannya bergerak memegang gitar dan terdengar sebuah lagu  pop seiring dengan gerakannya. Sungguh unik!!

Kemudian, saya membaca sejarah penciptaan robot dari zaman dahulu hingga sekarang. Ada juga robot Wall-E, robot yang imut-imut dan lucu, robot anjing, dan lain-lain.

Setelah puas melihat-lihat, saya dan Ibu Farida berfoto-foto dengan sebuah patung Mc Donald yang duduk di kursi panjang dan mengangkat kaki kirinya. Karena hujan, kami masuk lagi lalu makan siang.

Pukul 17.40, kami ke Masjid Angolia untuk melaksanakan ibadah shalat Ashar. Di sana, saya bertemu dengan seorang bocah cilik India yang duduk diam sendiri. Merasa iba dan penasaran, saya menanyakan nama, tempat tinggal, sedang apa dan mengajaknya shalat bersama saya. Ia bernama Cessila, sedang menunggu abangnya selesai shalat. Rumahnya tak begitu jauh dari masjid ini. Dan ia hanya diam saat saya mengajaknya shalat.

Alvi di Masjid Angolia Singapore bersama Cessila dan saudara-saudaranya

Setelah shalat, saya berkeinginan untuk berbincang-bincang lagi dengan Cessila. Tetapi, dia sudah tak ada lagi. Saya melihat ke ruang shalat lelaki, dia ada. Bersama saudara-saudaranya sedang berlari. Alhamdulillah tak ada laki-laki dewasa di sana. Saya mendekati mereka dan meminta izin untuk berfoto dengan Cessila dan saudaranya. Awalnya mereka tidak mau karena malu, tetpai setelah saya bujuk akhirnya terfoto juga. Saya sangat senang. Lalu, saya memperkenalkan diri dan memberi sebuah gantungan kunci dari Mesir kepada Cessila. Saya mengucapkan salam perpisahan dan terima kasih, begitu juga dengan mereka. Lalu mereka mengikuti pengajian yang diajarkan oleh seorang ustadzah.

Entah kenapa, berat dan sedih rasanya terlalu cepat berpisah dengan mereka. Saya merasa sudah terikat dan rindu. Saat turun dari tangga, saya dari kejauhan saya melambaikan tangan sambil tersenyum. Alhamdulillah mereka membalas dengan hal yang sama. Dengan perasaan berat hati, saya meninggalkan masjid tersebut.

Ibu-ibu Guru selesai shopping oleh-oleh di Singapore

Kemudian, kami berbelanja di Mustafa sampai pukul 22.00. Kami pulang ke apartement dengan MRT lalu makan malam bersama dan beristirahat.

Kamis, 17 Desember 2009

Jarum jam menunjukan pukul  08.57. Hari ini, kami berencana akan ke Merlion. Tetapi, sebelumnya kami belanja di Lucky Plaza. Kami makan siang di Asian Food kemudian  melihat-lihat sambil berjalan kaki. Cukup melelahkan, tetapi banyak tempat yang kami lewati. Seperti ZARA, United Overseas Bank, The Salad Shop, Six Restaurant, The Fullerton Hotel,  Maybank Tower, Bank of China, Asian Civilisations Museum, dan lain-lain.

Alvi bersama Ibu Hayati di Merlion Square, Singapore

Tidak rugi berjalan jauh, akhirnya tibalah kami di Merlion. Awalnya, saya melihat patung singa kecil yang ukurannya sedikit lebih tinggi dengan saya dan pancuran airnya tidak deras. Namun, begitu saya berjalan agak jauh ke depan…………. Woooow ….. so wonderful!! Singanya geedeee banget!! Dan pancuran airnya pun sangat deras dan jauh. Maha Suci Allah yang  telah memberi kemampuan pada manusia sehingga bisa mengukir patung seluarbiasa ini. Saya jadi jatuh cinta sama Merlion. Alhamdulillah, koleksi foto saya bersama Merlion lumayan banyak.

Pukul 17.16, kami kembali ke apartemen. Sungguh melelahkan perjalanan hari ini. Setelah beristirahat sejenak, kami mengepak barang karena esok harinya akan kembali ke Kuala Lumpur lalu ke Aceh. Beberapa guru berbelanja lagi ke Bukit Timah Plaza, saya dan sebagian kecil guru tetap tinggal di apartemen. Kemudian, saya dan Pak Nusa berkunjung ke rumah Dr. Saeda, teman orang tua saya yang telah memberikan saya sebuah kain buatan Malaysia yang sangat indah dan saya sangat menyukai itu. Padahal, sebelumnya kami belum pernah bertemu. Selain untuk mempertemukan diri dan bersilaturrahmi, saya pun mengucapkan terima kasih banyak. Lalu, saya kembali ke apartemen. Malam ini, kami masak dan makan malam bersama. Mengingat esok harus kembali ke Malaysia, maka kami langsung tidur pulas. Good night…

Jum’at, 18 Desember 2009

Pukul 06.10, kami sudah siap untuk kembali pulang. Kami berkumpul di ruang tengah untuk mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan dengan Pak Nusa, dan juga berdoa bersama agar tetap dilindungi Allah Swt sampai tujuan. Amin…

Bus datang. Kami segera naik dan saling melambaikan tangan. Selama dalam bus, saya tertidur. Hingga akhirnya, kami tiba di KLIA. Di sana kami bertemu lagi dengan Kak Dian dan Kak Yani. Alhamdulillah, Kak Dian memberi saya tas yang sangat bagus dan unik. Katanya sih rahasia… J

Dan ternyata, Ibu Hayati tidak kembali ke Aceh. Begitu juga dengan Kak Dian dan Kak Tika. Jadi, yang menjadi guide adalah saya karena saya yang paling muda. Alhamdulillah, hingga kami tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda tidak ada kendala. Lalu, kami berkumpul di Fajar Hidayah dan pulang ke rumah masing-masing. Pengalaman ini menjadi pengalaman yang tak pernah saya lupakan.

About My School Editor

Fajar Hidayah is My School!
This entry was posted in Alvi R Aldyza. Bookmark the permalink.

2 Responses to Menghadiri International Education Workshop di Malaysia dan Singapore

  1. Assalamualikum wrwb Bravo…….to all my beloved children in SIT Fajar Hidayah Aceh…. Subahanallah ….Ibu bangga sekali dengan karya tulis kalian. Pada saat Ibu diberi tahu Bp. Mirdas tentang website ini terus terang Ibu sedang sakit kepala. Namun begitu dengar Ibu langsung hidupkan computer dan cari website fhmyschool. Ternyata wow…keren…. ok deh !!!!. Lenyaplah sakit kepala Ibu, thank you all for your excellent work..!!! Ibu harus memberikan penghargaan sedikit lebih kepada Alvi yang memuat banyak sekali tulisan yang baik….. semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan berkahnya kepada Alvi atas semangat turut meningkatkan kwalitas generasi penerus Indonesia. Ibu tunggu selalu tulisan tulisan, foto foto dan karya karya kalian…..and I am so proud May Allah SWT Bless you all… Dan tentunya Fajar Hidayah sangat beruntung mendapat seseorang yang sangat peduli dengan jurnalistik dan bangsa kita siapa lagi kalau bukan Bp. Mawardi semoga Allah SWT memberi yang terbaik didunia dan di akhirat kepada Bapak sekeluarga. Love you all…. Wassalamualikum Wr Wb

    • myschool says:

      Waalaikumussalam warahmatullah…
      Alhamdulillah… ternyata, kata demi kata yang kami tunjukkan bisa melenyapkan rasa sakit Ibu, tanpa obat sekali pun.. mujarab ya!! Apa yang kami lakukan tidak terlepas dari doa pada Sang Khaliq dan tidak terlepas juga dari dukungan penuh Ibu dan Bapak meski jauh di mata dekat di hati…
      May Allah bless u too… we love u too..

      best regard from Redaksi My School…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s