Beraktivitas Bersama Orang Singapore

Oleh Alvi Rizka Aldyza

Fajar Hidayah memiliki hubungan baik dengan negara-negara lain, termasuk Singapore. Pada hari Selasa, 01 Juni 2010, Fajar Hidayah kedatangan 2 orang tamu istimewa dari Singapore, yaitu Mr. Kong Leong Fai dan Mr. Abu Bakar dengan tujuan temu kangen dengan anak-anak Fajar Hidayah. Apalagi, ini adalah pertama kalinya bagi Mr. Fai berkunjung ke Aceh.

Saat itu, para siswi sedang mengikuti Ujian Akhir Semester 2. Selepas shalat Zuhur dan makan siang, sekitar 30 anak diajak ke gedung Training lantai 1 untuk mengikuti English Course (termasuk saya) bersama Mr. Fai didampingi dengan Mr. Bakar sebagai translator karena beliau mampu berbahasa Melayu. Mr. Fai mengajari kami bagaimana mengucap kosa kata Bahasa Inggris dengan fasih dan benar. Dan bagi siapa saja yang bertanya, akan mendapat hadiah. Sayalah yang pertama kali bertanya dan Alhamdulillah saya mendapat hadiah yang ‘spesial’ dan berbeda dengan yang lainnya. Teman-teman lain pun mulai mengajukan pertanyaan yang berbeda hingga azan Azhar berkumandang dan kursus pun selesai.

Mulai saat itulah, saya mulai banyak berbicara dengan Mr. Fai dan lebih sering dengan Mr. Bakar. He is so friendly! Setiap bertemu, pasti Mr. Bakar akan mengajak berbicara hal-hal menarik dengan Bahasa Inggris dan membuat hal-hal yang lucu.

Pada hari Kamis, 03 Juni 2010, ba’da Ashar kami berkumpul kembali bersama Mr. Fai untuk mengadakan suatu kegiatan di hall lantai 1 dimana gedung tersebut seluruhnya ditutupi oleh kaca. Mr. Fai menjelaskan bahwa sebaiknya diberi tanda agar orang-orang luar mengetahui bahwa gedung tersebut mempunyai pintu dan dinding. Jadi, tidak ada lagi kasus kecelakaan ‘nabrak kaca!’.

Dinding kaca sebelah utara diberi dengan solasi kuning tebal sedangkan sebelah selatan solasi biru tebal dengan ukuran 1,5 meter dan 1,1 meter dari tanah. Pkl 06.15, aktivitas berakhir sudah. Sebagian siswi bersiap-siap untuk shalat Maghrib, sisanya mempersiapkan peralatan dan segala sesuatu untuk acara spesial malam nanti.

Sebelum adzan Maghrib berkumandang, tampak sebuah rombongan laki-laki dari Fajar Hidayah Lhoong tiba. Mereka diundang untuk acara malam nanti sekaligus ikut membantu kelancaran kegiatan tersebut.

Ba’da Isya, kami mengadakan acara perpisahan di halaman depan asrama guru dalam rangka melepas kepergian Mr. Bakar dan Mr. Fai esok hari. Saya ditugaskan untuk menjadi MC Bahasa Inggris didampingi dengan Dek Tie sebagai MC Bahasa Cina. Anak-anak dari FH Lhoong membantu kami membakar/memanggang ikan dan ayam. Jadi, bakar-bakar ikan dan ayam sambil menikmati acara perpisahan ini.

Tak hanya FH Lhoong, kami juga mengundang beberapa orang dari Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda yang telah lumayan lama menjalin hubungan kerja sama yang baik. Beberapa diantaranya yang hadir yaitu Pak Chondro Widarto, Pak Firdaus Chaniago, Pak Dani Sungkono, Pak Putu, Pak Khairul dan beberapa TNI AU lainnya. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari teman kami, Mariyani, mengawali acara pada malam itu. Dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari  Ustadz Adek al-Munir Rai sebagai Kepala Divisi FH Blang Bintang dan pengarahan (dalam Bahasa Inggris) dari Mr. Fai yang merasa surprise ketika dipanggil nama beliau untuk maju.

Begitu juga dengan Mr. Bakar, yang sempat kaget ketika dipanggil memberikan beberapa nasihat dan kata-kata perpisahan (dalam Bahasa Melayu). Kemudian, drama dengan hal-hal yang lucu berjudul “PRAMUKA ITU ASYIK, LHO!!” dari siswi-siswi SMP dan dilanjutkan dengan pesan dan kesan dari Kak Sarah Dina. Tidak lupa Kak Sarah menyuruh kami untuk mengucapkan “thank you” kepada Mr. Fai dan Mr. Bakar.

Sebab Aceh adalah negeri yang kaya akan budaya, maka tampillah siswi-siswi SMA (termasuk saya juga) untuk menampilkan sebuah tari Aceh yang sangat populer tak hanya di Indonesia bahkan di dunia yang dikenal dengan “The Thousand Hand Dance”, yaitu Tari Saman. Tepuk tangan menggebu dan sorak sorai dari teman-teman membuat kami semakin bersemangat.

Setelah itu, kami mempersilahkan Pak Firdaus untuk menyampaikan sepatah/dua patah kata. Sosok yang lucu, ramah namun tegas ini menyampaikan sedikit lelucon dan kesan-kesan lainnya dengan Fajar Hidayah.

Ternyata, ayam dan ikan yang sejak tadi dipanggang sudah matang. Acara ditutup dengan doa oleh Ustadz Rahmat Hidayat selaku Kepala Divisi Fajar Hidayah Eumpee Awee. Seperti biasa, selalu ada hal yang lucu dan menarik dari beliau. Barulah kami menengadahkan tangan sambil menundukkan kepala, merenungi dan menghayati setiap kalimat-kalimat dalam doa……. Amin….

Wuih… cacing-cacing yang ada di perut sudah berdemo sejak tadi. Mengapa tidak? Sebab kami belum dinner sedangkan jarum jam telah menunjukkan pkl. 22.55 WIB. Jadi, setelah membereskan perlengkapan kami berjalan menuju hall lantai 1 untuk menyantap ayam panggang. Yummy!! Waktunya makan….!

Saat makan pun, Mr. Bakar hadir di dekat kami dan bercerita sedikit tentang kondisi Singapore dan menasihati kami untuk ujian esok hari. Oops! Aku lupa besok masih ada ujian.

Setelah makan malam, kami segera beranjak sambil mengucapkan salam kepada semuanya lalu melangkahkan kaki ke asrama, mempersiapkan diri menyambut esok hari dan memejamkan mata yang sudah begitu lelah bekerja.

Keesokan harinya, setelah makan pagi kami berkumpul kembali di depan asrama guru untuk berfoto-foto bersama Mr. Fai dan Mr. Bakar sebagai kenang-kenangan. Mr. Fai dan Mr. Bakar memberikan 10 buku cerita bergambar. Tidak henti-hentinya kami mengucapkan terima kasih. Kami pun menyerahkan 2 buah cinderamata berupa majalah POTRET edisi 31, 32 dan 33 yang terbungkus dalam tas biru Fajar Hidayah dan PTC. Akhirnya, Mr. Fai dan Mr. Bakar berpamitan, mereka akan berangkat ke bandara Internasional Sultan Iskansdar Muda. Sebelumnya, Mr. Bakar mendoakan kami supaya sukses mengikuti ujian. Mr. Bakar mengikuti Mr. Fai masuk ke mobil dan mobil pun meluncur. Good bye…

Hingga aku menulis artikel ini, aku masih merindukan mereka berdua. Terutama Mr. Bakar yang begitu ramah dan lucu. Semoga bisa berjumpa lagi suatu hari. Ini adalah salah satu pengalaman menarik dari sekian banyak pengalaman menarik lainnya di Fajar Hidayah yang sangat sukar untuk dilupakan.

Alvi Rizka Aldyza

About My School Editor

Fajar Hidayah is My School!
This entry was posted in Alvi R Aldyza. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s