ASYIKNYA BERBUKA PUASA BERSAMA ILMUWAN MUSLIMAH…

Alvi Rizka Aldyza

Sungguh menyenangkan jika kita diberi kesempatan memasuki ruang lingkup orang-orang hebat. Apalagi kalau mereka Muslimah. Subhanallah… Itulah yang saya rasakan pada saat berbuka puasa bersama Majelis Ilmuwan Muslimah Internasional-Indonesia atau The International Council of Muslim Women Scholars-Indonesia di kediaman Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Sabtu, 14 Agustus 2010 dan bersama Bapak H. Mirdas Ekayora Lc. M.Si (Presiden Direktur sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah), Ibu Hj. Draga Rangkuti MBA (pendiri Sekolah Islam Terpadu Fajar Hidayah) dan beberapa guru dari Fajar Hidayah. Majelis ini mempunyai visi yakni, “Berkhidmat Mewujudkan Muslimah Teladan dalam Iman, Ilmu Pengetahuan, Taqwa serta Akhlak, dalam Menciptakan Perdamaian dan Kesejahteraan Ummat Manusia”. Begitulah kalimat yang tercantum di spanduk majelis tersebut.

Pada awalnya, saya merasa canggung dan segan. Bayangkan saja, semua yang hadir adalah orang-orang yang hebbbuuuaaat dan memiliki gelar yang tinggi!! Namun, setelah berbincang-bincang mengenai penerapan pemahaman Islam di zaman modern, membuat saya tertarik untuk ikut berkecimpung dalam pembicaraan itu. Memang, saya tidak tahu banyak tentang hal itu. Tetapi, setidaknya saya paham bahwa seorang ilmuwan Muslimah, tidak hanya mengandalkan konsep sains, ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga harus tetap berpegang teguh dan berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits. Jadi, adanya keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Saya jadi teringat dengan satu-satunya orang Indonesia yang mendapat hadiah Noble dan merupakan salah satu Presiden republik Indonesia, B.J. Habibie, yang berprinsip bahwa Iptek (Ilmu pengetahuan dan teknologi) dan Imtaq (Iman dan taqwa) tetap harus ada dan seimbang dalam menjalani hidup ini.

Kemudian, saya juga sempat memperkenalkan diri sambil berbincang-bincang mengenai kerja sama Fajar Hidayah dengan Majalah Potret dan sistematika kerja Tim Jurnalis di Fajar Hidayah Aceh dengan Ketua Umum Majelis tersebut, yaitu Prof. Dr. Nabila Lubis MA. Beliau pun berbagi cerita dan pengalaman, sebab beliau memiliki sebuah majalah namun hanya dalam Bahasa Arab. Luar biasa!!

Alhamdulillah, acara buka puasa berjalan dengan lancar. Setelah selesai, kami pun beranjak pulang setelah berfoto bersama para ilmuwan Muslimah tersebut. Bangganya…

Pengalaman ini menjadi kesan tersendiri bagi saya dan Insya Allah bermanfaat bagi orang lain. Maka dari itu, berusahalah untuk menjadi ilmuwan Muslim/Muslimah demi membanggakan nama Islam sekaligus mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia. Setidaknya, menjadi seorang manusia yang memproklamirkan prinsip Al-Qur’an dan Hadits dalam hidupnya, itu sudah lebih dari cukup !!

About My School Editor

Fajar Hidayah is My School!
This entry was posted in Alvi R Aldyza. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s