Arti Sahabat

Oleh : Hanifa Zahra

Jujur saja, sebenarnya aku sangat malas menulis sesuatu yang mengingatkanku pada kejadian pahit, sesuatu yang apabila aku lukiskan akan membuatku sakit hati. Yaitu… mengenai sahabat..

Bukan aku membenci sahabat, tetapi hati keciku mengatakan bahwa sepertinya aku tidak pantas bersahabat. Pikiranku ini muncul pertama kali bermula dari kisahku dengan seorang sahabat beberapa tahun yang lalu saat kujalani hidup bersamanya.

Pernah ada canda dan tawa diantara kami berdua meskipun banyak perbedaan. Tetapi itu tak menghalangi jalannya persahabatan kami. Dulu, kami seperti saudara kandung yang tak akan pernah mungkin dipisahkan. Hingga pada suatu hari, sebuah peristiwa memisahkan kami.

Aku sangat menyayanginya dan selalu ada dihatiku. Dia pun menganggapku seperti saudara kandung sendiri. Tidak seperti yang lain yang selalu mengacuhkanku dan menganggapku tidak pernah ada. Entah apa sebabnya? Aku tidak tahu. Satu hal yang aku tahu adalah bahwa sahabatku menyayangiku sebagaimana aku menyayanginya.

Malangnya nasibku. Suatu hari, saat pulang sekolah tiba-tiba sahabatku  mengacuhkanku dan ia mengatakan bahwa aku tidak pantas lagi menjadi sahabatnya. Satu hal yang tak pernah terlintas di pikiranku. Setelah kejadian itu, aku tidak pernah lagi melihatnya masuk ke sekolah. Aku pun tidak tahu kemana dia hingga detik ini. Aku tidak bisa melupakan kata-katanya yang sangat menyakitkan hatiku, bahwa aku tak pantas menjadi sahabatnya. Apa salahku? Ia pergi meninggalkanku begitu saja.

Sejak saat itulah, aku benci dengan yang namanya sahabat. Saat ini, kujalani hidupku tanpa sosok sahabat. Bercanda dan tertawa di kediamanku, terkadang ada keinginan untuk mempunyai sahabat lagi namun rasa trauma dalam hatiku masih belum hilang. Sulit bagiku mempunyai sahabat lagi…

Aku juga tidak menyalahkannya. Aku hanya……. Ah… sudahlah… semuanya sudah berakhir. Dan kini, aku bisa menjalani hidupku tanpa sahabat, meski terkadang sepi dan rindu hadir dalam bayangan hari-hariku.

Sahabat…

Seseorang yang menerima kita apa adanya

Seseorang yang mengerti kita dengan penuh pengertian

Menyayangi kita dengan  setulus hatinya

Menjadi penopang saat terjatuh

Menjadi pengingat saat tersesat

Tetapi…

Adakah sahabat…

Seperti yang kuinginkan saat ini??

About My School Editor

Fajar Hidayah is My School!
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s