MENGGALI SEJARAH ACEH

Alvi Rizka Aldyza, Siswi kelas XI SMA Fajar Hidayah Aceh

Pada hari Sabtu, 30 Oktober 2010, tepatnya pada pkl. 08. 30 WIB, Fakultas ADAB IAIN Ar-Raniry mengadakan sebuah seminar Internasional dengan tema “Peureulak sebagai Pusat Peradaban Islam Pertama di Asia Tenggara” yang diadakan di Fakultas IAIN Ar-Raniry. Acara ini mendapat respon yang positif sehingga hanya dalam kurun waktu 3 hari, pendaftaran ditutup akibat persedian tempat yang sudah penuh. Seminar ini turut mengundang Wakil Gubernur Aceh Bapak Muhammad Nazar, Rektor IAIN Bapak Farid Wajdi Ibrahim M.A., Abi Muslim Ibrahim Ketua MPU Aceh, dan Dinas Budaya Pariwisata Aceh.

Seminar ini diisi oleh 4 narasumber dari wilayah yang berbeda, yaitu Dr. Husaini Ibrahim, M.A. (Aceh) yang menyampaikan mengenai “Bukti-Bukti Arkeologis Peradaban Islam di Peureulak”, Dr. Fakhriati (Jakarta) yang menyampaikan mengenai “Peradaban Islam di Peureulak dalam Perspektif Kajian Filologis”, Dr. Roslan bin Mohd Nur (Malaysia) yang menyampaikan mengenai “Peureulak sebagai Pusat Kecemerlangan Tamadun Islam Terawal di Asia Tenggara” dan Prof. Dr. Tatiana Denisova (Rusia) yang menyampaikan mengenai “Peureulak sebagai Pusat Peradaban Islam Pertama di Asia Tenggara dalam Tinjauan Manuskrip Melayu”.

Para peserta tampak bersemangat mengikuti seminar ini. Begitu pula, 4 siswi dari Fajar Hidayah Integrated Boarding School, Blang Bintang, Aceh Besar yaitu Alvi Rizka Aldyza (kelas 2 IPA), Devi Rahmati (kelas 3 SMP), Asrika (kelas 2 IPA) dan Nyak Sufriati (kelas 2 SMP). Meski pun masih tergolong pelajar, mereka tampak antusias menyimak kalimat demi kalimat yang disampaikan oleh narasumber. Turut hadir pula Presiden Direktur/Pendiri Fajar Hidayah, Bapak H. Mirdas Eka Yora Lc. M. Si dan Ibu Hj. Draga Rangkuti, MBA.

Menurut Dr. Husaini Ibrahim M.A. selaku Dosen Sejarah FKIP Unsyiah, alasan beliau untuk mengangkat topik “Bukti-Bukti Arkeologis Peradaban Islam di Peureulak” adalah sebab arkeologi memberikan data sejarah yang jelas, tepat dan akurat. Selain itu, memaparkan sejarah dalam segi arkeologi menarik untuk disampaikan sebab adanya artefak dan bukti-bukti.

Menurut beliau, kualitas seminar ini juga cukup bagus, sebab para narasumber adalah pakar-pakar sejarah dan ahli dalam bidangnya. Beliau juga menyatakan bahwa saat ini, masih banyak pelajar yang tidak paham mengenai sejarah, terutama sejarah yang erat dengan Islam, padahal sejarah merupakan perspektif untuk masa depan. “Agar para pelajar dapat memahami sejarah dengan baik, harus diajari dengan media yang menarik. Misalnya dengan cara penelitian langsung ke tempat-tempat yang bersejarah, seperti peninggalan sejarah Islam. Sebaiknya, buku-buku sejarah saat ini disajikan dengan gaya yang menarik”, ujarnya.

Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya ini juga mengungkapkan bahwa banyak hal yang masih harus dilakukan agar sejarah dapat menjadi daya tarik semua lapisan masyarakat. “Menggalakkan, membangun museum-museum, mengembangkan tempat-tempat bersejarah yang ada dan menciptakan hal-hal baru yang berkaitan dengan sejarah bisa menjadi daya tarik masyarakat,” ungkap beliau.

Semoga sejarah Aceh terutama masuknya Islam di Aceh tak akan pernah pudar di kalangan masyarakat. Semoga sejarah Aceh masih melekat di sanubari kita. Semoga sejarah Aceh menjadikan masyarakatnya memiliki semangat juang yang tinggi untuk kembali memajukan Aceh. Dan semoga sejarah Aceh membuat rakyatnya semakin memdekatkan diri pada Dzat Yang Maha Perkasa. Amin…

Alvi Rizka Aldyza

Siswi kelas XI SMA Fajar Hidayah Aceh

About My School Editor

Fajar Hidayah is My School!
This entry was posted in Alvi R Aldyza. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s