Hidup Bagai Roda yang Berputar

Oleh: Bahtiar Aceh Jaya
Mahasiswa STIE TAZKIA, – Alumni SIT SMA Fajar Hidayah

Assalamu’alaikum wr. wb

Alhamdulillah segala puji dan syukur bagi Allah yang telah mengizinkan kita tetap dalam keadaan yang kita inginkan serta kesempatan untuk menyempurnakan setiap amal kebaikan kita, selawat serta salam pada Rasulullah yang telah menunjuki kita jalan yang benar menuju NYA.

Saya Bahtiar asal Aceh Jaya, sekolah di Fajar Hidayah bermula ketika saya kelas dua SMP, dengan segala keterbatasan dan lingkungan belajar yang tidak formal, Alhamdulillah tidak membuat saya menyerah saat itu untuk menuntut ilmu karena “suatu yang besar harus dibayar dengan suatu yang besar juga” begitulah Pak Tengku berkata dia adalah guru ngaji pertama saya di kampung, di sanalah (FH Aceh) saya belajar banyak tentang Islam di sana pula saya pertama tahu serta menjalankan Shalat Dhuha serta Puasa Senin-Kamis dan amalan sunnah lainnya selain itu kami juga dilatih skil seperti menanam padi dan lainnya serta urusan dunia sebagaimana kami belajar di sekolah biasa lainnya namun dengan sistem yang berbeda.

Keberhasilan yang sempurna dalam belajar adalah suatu yang saya kejar walau saya tahu saat itu bahwa hidup bagai roda yang berputar, karena banyak jalan yang rusak dan bertanah liat membuat saya susah untuk berada di atas saat itu. Tahun 2006 saya lulus SMP dengan mengikut ujian di sekolah lain kemudian saat itu Fajar Hidayah Aceh belum punya cabang SMA di sana, jadi kami angkatan kedua lulusan SMP Fajar Hidayah Aceh sangat bersyukur dan berterimakasih karena kami diberi kesempatan untuk meneruskan sekolah ke SMA Fajar Hidayah di Jakarta. Dengan pesawat Garuda Indonesia, sebagai sponsor, kami sampai di Jakarta dan tinggal di sebuah asrama yang berada di sekitar perumahan Raffels Hill-Cibubur-Depok-Jakarta.

Ar-Rahman adalah nama asrama yang kami huni selama di sana namun kami tidaklah sendirian di sana, akan tetapi kami di sana bersama teman-teman yang berasal dari berbagai daerah mulai dari lombok (NTB) sampai Sumatra. Di sini kami belajar banyak akan perbedaan. Dunia pun terasa berbeda ketika kami melihat matahari di hari pertama di daerah orang pagi itu. Hari demi hari saya sekolah di sana kunjungan edukatif pun sering dilakukan untuk memperkenalkan memperlihatkan pada kami bagaimana keadaan kami jika kami berada di sana nanti serta kami dapat melihat langsung dari contoh yang tertera dalam buku pelajaran sehingga membuat pemahaman yang dalam dari setiap pelajaran yang di pelajari. begitulah cerita singkat saya di Fajar Hidayah hingga selesai. Mereka mencari saya universitas, dan sekarang saya kuliah di STEI TAZKIA. Saya sangat bersyukur kepada Allah atas limpahan rahmat ini, dan terimakasih saya sebesar-besarnya kepada Pak Mirdas dan Ibu Draga atas segalanya dan kepada semua yang telah berjasa dalam perjalanan ini. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua.

About My School Editor

Fajar Hidayah is My School!
This entry was posted in Alumni Menulis, Bahtiar Aceh Jaya. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s