Hanya Karena Sebuah Senyuman

Viyi,seorang gadis yang berusia 15 tahun.Dia kehilangan ayahnya sejak kecil lagi. Kini dia hidup bersama ibunya tercinta.Semenjak ayahnya meninggal,Ibunya terpaksa bekerja di kota untuk membela hidup mareka.Setiap pagi,setelah menolong ibunya menjual kuih,dia berjalan kaki ke sekolah.Jika hendak ke sekolahnya,dia harus melewati sebuah villa yang dihuni oleh seorang nenek tua. Setiap melalui villa itu,dia akan menegur dan menghadiahkan senyuman kepada seorang neneh tua yang sering merenung di jendela merenung nasib,tetapi nenek itu tidak pernah mempedulikannya apatah lagi memberikan senyuman.Walaupun demikian,Viyyi yang ramah tidak pernah berhenti untuk menegur nenek itu setiap pagi.

Suatu pagi,ketika Viyyi melewati villa itu dengan senang, dia terkejut karena tidak kelihatan nenek tua itu seperti biasaanya. Kejadian itu melahirkan seribu pertayaan di kepala Viyyi. Kejadian itu berlaku sehingga beberapa hari sebelum pada suatu petang Viyyi menerima panggilan telefon dari seseorang lelaki.Ternyata lelaki itu adalah asistant nenek tua itu.Dia mengatakan bahwa nenek tua itu telah meninggal beberapa hari lalu dan mewasiatkan semua hartanya kepada Viyyi,gadis yang selalu menyapanya tanpa jemu. Pada saat itu jugalah,Viyyi pingsan karena sangat terkejut.
Hanya karena senyumanlah,Viyyi mendapat semua harta nenek tua itu. Jadi,selalulah senyum dan bertegur sapa antara satu sama lain. Bukankah senyum itu sedekah???

About My School Editor

Fajar Hidayah is My School!
This entry was posted in Nyak Sufriati. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s